Mar 25, 2010

Istiqamah dalam jalan yang baik

Kumulai dgn basmalah dan hamdalah..
Sesiapa yg Allah beri petunjuk kepadanya, maka tiada yang dapat menyesatkannya(fa man yahdihilLahu fa la mudhillalah)
dan sesiapa yang Allah sesatkan maka tiada yang dapat memberinya petunjuk (wa man yudhlil fa la hadialah)

pasti ayat di atas sudah biasa kita dengar, kan?(juga ayat lain yang bawa maksud lebih kurang sama) Kata2 yang biasanya sebagai pembuka bicara oleh penceramah2..
namun dalam kita sedar atau tidak, ada yang keliru dengan ayat itu dengan mengatakan, "jika begitu, apa guna buat baik etc2 jika semuanya ditentukan oleh-Nya yaitu sama ada mendapat petunjuk atau tidak"..

perkara sebegini biasa bagi orang2 yang kurang yakin terhadap janji Allah..-siapapun pasti sering dihasut syaitan kerana memang itulah kerjanya (2:168-169), moga sentiasa dipelihara-Nya-..yakinlah, Allah Maha Adil dan Maha Berkuasa dan telah tercatat di dalam wahyu agung bahwa Allah tidak mengubah nasib sesuatu kaum melainkan setelah mereka sendiri mahu berusaha mengubahnya.
(boleh refer SINI, tafsir surah ar-ra'd ayat 11 dan juga SINI, tafsir surah al-Anfal ayat 53-54)
Jadi, janganlah kita lalai dan leka dengan nikmat dan rahmat Allah hingga Allah menarik semula nikmat tersebut dari kita!!
Ini seperti dalam ayat 93 surah al-Baqarah "..Dan diserapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi kerana kekafiran mereka.." pada ayat ini tampak pada kita bahwa Allah menyerapkan rasa sayang menyembah patung kerana mereka memang sudah kafir (rasa cinta sembah patung wujud setelah mereka sendiri menolak kebenaran aka ingkar)..jelas pada kita bahwa kita boleh memilih mahu ikut jalan Ilahi atau ingkar (tidak dipaksa untuk ingkar)..Allah menunjuki orang yang taat dan berusaha menndapatkan hidayah-Nya dan menyesatkan orang yang ingkar dan menjauhi-Nya.. Kita mahu enjoy di dunia (Allah beri kita waktu di dunia hingga tiba suatu saat semuanya hilang-ajal menjemput pulang- [2: 36]) pun boleh tapi akibatnya tanggung sendirilah

sungguh Allah menyediakan bagi kita jalan keburukan dan kebaikan dan atas kitalah mahu pilih jalan yang mana sebagaimana firman-Nya, "Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (91: 7-10)
dan benar Allah boleh memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya namun tidaklah semuanya begitu. Dan bukanlah bermaksud kita tidak perlu melakukan apa2 (tunggu hidayah Allah datang!!??) sebaliknya kita perlulah berusaha untuk mendapatkan hidayah-Nya kerana hidayah Allah itu tidak datang bergolek..Dan dalam usaha itu perlulah ada sabar dan ikhlas disertai doa dan tawakkal yang tidak putus..sungguh, setiap sesuatu itu tidaklah datang dengan mudah sebagaimana Allah nyatakan dalam al-Qur'an "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (Yaitu) melepaskan perbudakan. Atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka adalah golongan kanan (QS al-Balad: 10-18)

akhir kata, janganlah kita menjadi insan yang mana, "Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup" Tidak! Allah telah melaknat mereka itu kerana keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman". (2: 88)..hati mereka tertutup kerana kesombongan dan kedengkian mereka..sebaliknya jadilah orang yang sentiasa ingin berbuat bakti dan sentiasalah kita memohon kepada-Nya agar dipelihara dalam jalan yang lurus (sebagaimana sering kita lafazkan melalui bacaan al-Fatihah) sesuai fitrah kita yaitu Islam -tunduk dan patuh kepada-Nya- (30: 30)

sebagai penutup, disertakan doa agar istiqamah dalam jalan yang baik: Ya Allah aku mohon kepada-Mu keteguhan dalam segala urusan dan ketetapan hati di atas petunjuk. Kami mohon kepada-Mu hati yang bersih dan lidah yang jujur. Kami memohon kepada-Mu kebajikan yang Engkau ketahui dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau ketahui dan kami memohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang Engkau ketahui, sesunnguhnya Engkau yang Maha Mengetahui hal2 yang ghaib. Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati di atas agama-Mu, wahai yang mengubah-ubah hati, ubahlah hati kami kepada taat kepada-Mu (riwayat Muslim)

wallahu a'lam (salah silap sila tegur)

terpikir nak menulis lepas terbaca:
http://azzariyat.com/biar-saya-jadi-perogol/
dan tafsir beberapa ayat dari surah al-Baqarah di:

No comments: