May 24, 2010

godaan syaitan 2-edited-

bismilLahirRahmanirRahim..

sebelum ini bicara pasal hati, berkaitan dengan bagaimana hati mu'min itu..insyaAllah kali ini berkaitan hal kedua yaitu akal (masih menggunakan buku sama sebagai rujukan)

Dalam Islam, syariat Islam hanya diwajibkan pada orang yang mukallaf yakni berakal dan baligh. Dan kerana mulianya akal maka segala sesuatu yang dapat mengganggu dan menghilang kewarasan akal adalah diharamkan seperti arak dan dadah.

Namun akal yang tidak dipandu wahyu dan ilmu tidaklah berguna. Kenapa? mudahnya kerana akal sebegitu tidak dapat menjadi benteng dari godaan iblis dan syaitan la'natullah. Selain itu akal sebegitu tidak dapat menambah rasa takut kita kepada Allah sekaligus tidak dapat mendekaktkan diri kita kepada-Nya. Dalam buku "Apa ertinya saya Menganut Islam?", Fathi Yakan menyebutkan bahwa akal berperan untuk melihat, mengetahui sesuatu dan sebagainya yang mana kemudian diguna sebagai alat untuk menghampirkan diri kepada-Nya dengan mengetahui dan melihat bukti2 kebesaran-Nya. Inilah yang dimaksudkan oleh ayat "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba2-Nya hanyalah ulama' " (Fathir:28). Ulama' di sini bermaksud orang yang dengan ilmunya maka bertambah rasa takutnya kepada Allah (khusyu'), walau Allah tidak terlihat, namun dia mengenal Rabbnya melalui sifat dan perbuatan-Nya, lantas mereka mengagungkan Allah dengan sungguh2(7in1) dan link ini.
*khusyu'=takut+mengagungkan-Nya; khauf=takut(contoh takut doa tertolak,takut dihukum pada hari kiamat)
So, ilmu yang aku maksudkan bukanlah hanya ilmu agama sebaliknya apa2 ilmu yang boleh diambil iktibar darinya. 
Lihat juga surah ali-Imran ayat190-191.

Namun dalam kita membicarakan soal akal maka tidak dapat lari dari membicarakan ilmu kerana ilmu adalah cahaya bagi akal. Berakal tapi tidak berilmu maka sia2lah akalnya. Melalui ilmulah akal dapat berfungsi berdasarkan fungsinya yang benar. Hanya dengan ilmu yang benar dapat akal digunakan untuk membezakan mana yang baik mana yang buruk. Akal tidak akan dapat membezakan mana maksiat dan mana taat tanpa ilmu.
*sakali lagi, ilmu yang dibincangkan di sini adalah ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang membuat kita makin dekat, makin takut dan makin tunduk kepada-Nya seperti pelajaran mengenai betapa dahsyatnya azab Allah bagi yang ingkar. Ilmu juga tergantung bagaimana kita memandangnya. Sehubungan dengan hal ini, seorang ahli astronomi mungkin lebih takut kepada Allah dari seorang ustaz kerana ahli astronomi itu melalui kajiannya lantas melihat kehebatan dan keagungan Allah azza wa jalla, ustaz itu pula tidak nampak hal2 begitu. Namun pada masa yang sama astronomer lain pula mungkin hanya melihat itu semua sebagai satu ciptaan yang hebat tanpa melihat kepada penciptanya.

Namun ilmu semata tidaklah cukup; Ilmu haruslah diintegrasikan dengan akal dan amal agar dapat melihat cahaya Ilahi. Sungguhpun ilmu lebih utama dari amal namun tidaklah bermakna kita hanya perlu belajar tanpa praktik (mengenai kelebihan ilmu atas amal insyaAllah aku usahakan maklumat berkaitan dan kongsikan). Apa guna ilmu jika tidak diamalkan dan tidak digunakan untuk berfikir secara benar? Teringat satu hadis,RasululLah sallalLahu 'alaihi wa sallam bersabda, "sesiapa yang Allah menghendaki kebaikan untuknya maka diberi kepadanya kefahaman tentang agamanya" (HR Bukhari dan Muslim). Pada akulah, orang yang faham agama tidak akan menyia2kan ilmunya sebaliknya pasti dijadikan jambatan untuk mencapai redha Ilahi melalui amalan yang ikhlas dan tentulah berdasarkan ilmu yang benar tadi. Ada pepatah Arab, "Ilmu tanpa amal umpama pohon tanpa buah". Sia2lah ilmu yang tidak disertai amal.
*luaskan makna ibadah kepada amal2 yang baik (pada pandangan Allah) yang dikerjakan dengan ikhlas seperti belajar

Akhir kata, semuanya kembali pada sikap kita.(sebarang komen dialu2kan agar dapat dibetulkan yang salah dan diperbaiki apa yang kurang)
p/s to be continued

May 17, 2010

soal hati

bismilLahirRahmanirRahim

bicara soal hati, memang tidak dapat lari dari membincangkan penyakit2 yang melanda hati dan bagi aku, aku adalah orang yang paling banyak masalah berkait hati. why?? itu tandanya diri aku amat jauh dari Dia, tanda bahwa hati ini berpenyakit dan perlu dirawat. Dan tahap penyakit hati aku ini adalah tahap di mana buat aku terfikir bahwa jika ada sesiapa sahaja pun yang mengetahui betapa beratnya masalah hati aku ini maka kemungkinan untuk dia menjauhi aku adalah tinggi. Hingga aku terfikir jika ada insan seperti saidina Ali, saidina Usman atau Hudzaifah al-Yamani radhialLahu 'anhum (amin), pastilah mereka menjauhi aku.
Dan bagi aku, antara masalah hati yang sukar untuk diubati adalah sombong, ego, riak, ujub, takabbur dll manakala sifat hati terpuji yang sukar dijelmakan adalah ikhlas, syukur, redha dan qanaah. Amat mudah perkataan2 tersebut meniti di bibir namun tidak semudah itu untuk menyemainya.

Dan sungguh, demi membersihkan hati itu bukanlah satu hal yang mudah, ia memerlukan kepada latihan pembersihan jiwa yang berterusan dan mujahadah yang mantap. Dan latihan serta bimbingan ke arah pembersihan jiwa itu bukanlah dapat dilakukan oleh calang2 manusia. bimbingan perlu kepada seorang atau lebih guru yang mursyid yaitu seseorang yang ikhlas dalam membantu kita dengan syarat bahwa dia adalah seorang yang adil dan sentiasa dapat menunjuki kita kepada jalan yang benar bila mana kita berada pada persimpangan yang memerlukan kita membuat keputusan antara dua atau lebih.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kurniakanlah kami lisan yang lembut basah mengingati dan menyebut nama-Mu, hati yang penuh segar bugar mensyukuri nikmat-Mu serta badan yang ringan menyempurnakan ketaatan kepada-Mu. Ya Allah kami memohon kepada-Mu kurniakanlah kami iman yang sempurna, hati yang khusyuk dan ilmu yang berguna serta keyakinan yang ampuh. Amin

May 16, 2010

godaan syaitan

BismilLahirRahmanirRahim..
sekadar mahu berkongsi

Syaitan adalah makhluk Allah yang telah berjanji kepada Allah azza wa jalla untuk menyesatkan manusia (15:39-40 dll). Iblis menggoda manusia dalam berbagai cara antaranya seperti yang terdapat dalam surah an-Nisa' ayat 118-120.
Banyak kisah2 'abid dan 'alim yang rosak kerana godaan iblis dan syaitan laknatulLah. Jika para 'abid dan 'alim pun boleh terjerumus dan tewas dengan godaan dan pujukan iblis maka apatah lagi kita!! Namun Allah dan rasul-Nya tidaklah zalim hingga tidak mengkhabarkan kepada kita bagaimana untuk menghadapi godaan iblis.

Allah dengan jelas menyebutkan dalam al-Qur'an bahwa iblis tidak akan berjaya menggoda hamba2-Nya yang terpilih dan mu'min(34:20-21). Dalam hadis dan al-Qur'an juga ada saranan agar membaca ta'wuz dan memohon perlindungan kepada Allah azza wa jalla dari godaan iblis. Juga ada doa2 tertentu dan bacaan tertentu bagi menguatkan benteng diri terhadap godaan iblis seperti doa ditetapkan iman, 3Qul, ayatul kursiyy dll.

Dalam buku "Apa ertinya saya menganut Islam" karya Fathi Yakan, dalam bahagian pertama, bab ke-6 yaitu bab "saya mestilah dapat menguasai diri", beliau menyebutkan ada 2 hal yang terlibat dalam pertarungan jiwa melawan godaan yaitu hati dan akal. Beliau memetik kata2 saidina 'Ali radhialLahu 'anhu (amin) yaitu "Allah mempunyai bejana di bumi yaitu hati. Hati yang paling Allah kasihi adalah hati yang paling lembut, paling bersih dan paling cekal. Paling cekal dalam beragama, paling bersih dalam keyakinannya dan paling lembut terhadap saudaranya". Bagi aku, kata2 saidina 'Ali radhiallahu 'anh ini cocok dengan firman Allah dalam surah an-Nisa' ayat 125 mengenai orang yang paling baik agamanya yaitu ikhlas berserah diri kepada Allah, melakukan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus.
Dan jika dikaitkan dengan perkara pertama tadi, yaitu hanya orang yang benar2 beriman yang selamat maka hati mereka (orang yang benar2 beriman) itu adalah seperti yang disebutkan dalam surah al-A'raf ayat 2 yaitu hati yang gementar apabila dibacakan ayat2-Nya dan bertamabah keimanan mereka kerana ayat2-Nya.

p/s: to be continued

May 12, 2010

sekadar menulis

bismilLahirRahmanirRahim

setelah 2 hari aku tak on9, hari ni kembali on9,usha2 blogs orang..nak tulis apa dlm blog pun aku blurr, ada banyak benda mahu dikongsi tapi masa tak kena tapi still perlu diketengahkan isu yang bermain di minda

aku tahu aku bukanlah dalam posisi yang layak untuk mengatakannya namun makin dipendam pun tidak elok, so aku cakap jugaklah dalam blog tersayang ini

first and foremost, hari ibu, well admit that aku bukan jenis yang rajin call my m0m and since aku jejak kaki di bumi jakarta yang indah ini, baru beberapa kali aku call ma aku tapi once aku call maka agak sendirilah durasinya (sejam ++ or mudahnya sampai kakak aku cakap, "cukup2lah tu")..tapi wanita yang paling kusayangi dan paling kuharapkan dapat bertemu kembali di akhirat kelak tidak lain adalah ma aku sendiri, there's no other woman that is better than a mom, who give birth to us, feed us, teach us so many things and care for us the most etc2..aku tahu aku bukanlah anak yang baik, always go against her, such lazy person, kalau di dapur hanya tolong habiskan makanan, di kamar hanya tahu selerakkan katil and so many morelah..--donno what to say daa, because kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu tidaklah akan dapat terbalas sampai ka(p/f)an pun!!--

secondly, aku nak rangkumkan semua apa yang aku plan nak cakap sebelum ini..hal ini berkaitan dengan diri manusiawi yang lemah ini sebagai ingatan bersama..setelah lama berfikir, aku teringat kepada satu hadis mengenai hati dan anggota lain, pasti ramai tahu mengenai hadis, "dalam jasad anak Adam ada seketul daging..", sebuah hadis yang famous dan diketahui majoriti umat Islam (or maybe semua kot..), namun aplikasinya tidaklah semudah mengingat hadis tersebut dan aku sendiri masih mencari bagaimana untuk mencapai dan mendapatkan "qalbun salim" atau hati yang sejahtera, yang bebas dari penyakit dan hati yang mana kerananya maka baiklah seluruh anggota lainnya..ingatlah, orang yang hatinya bersih pasti zahirnya bersih namun jika batinnya kotor maka bagaimana mungkin zahirnya bersih?? mungkin zahirnya kelihatan baik namun jika batinnya berpenyakit maka lama kelamaan penyakit itu akan menjalar dan berjangkit ke bagian zahir--hairan, bagaimana orang boleh kata, "si A ini nampak sahaja macam ni tapi hatinya mulia, bersih etc2" padahal taqwa adalah pada hati dan manifestanyinya melalui perbuatan zahir--

last sekali mengenai pinjaman..ingatlah, diri kita ini pinjaman sahaja dan kelak akan dipertanyakan bagaimana kita menjaganya, menggunakannya dan untuk apa kita menggunakannya..anggota tubuh, kekuatan dan segala indera dll yang ada pada kita bukanlah hak milik mutlak kita,  justru bagaimana kita berani membelakangkan pemilik asalnya dalam menentukan penggunaannya?? setiap barang pinjaman pasti ada syarat pinjamannya, dan pinjaman Allah azza wa jalla kepada kita, apakah syarat2nya? dan apakah hukumannya jika melanggar syarat2 tersebut? --mungkin ada yang pernah terfikir, bagaimanalah jika satu saat Allah azza wa jalla tiba2 menarik balik salah satu nikmat-Nya kepada kita??--

--maybe boys 09 rumah strawberry tahu kenapa aku tulis post ini tapi hopefully tak tersebarlah motif post ini, bak kata Puan Siti "Biarlah Rahsia"--

p/s: 1)post ini adalah ingatan buat diri penulis yang seolah tak sayang ma sendiri
      2)juga mengingatkan diri penulis untuk lebih berhati-hati memelihara hati dan anggota lainnya terutamanya lidah dan mata..-lidah aku ni jenis lebih laju dari roket so kalau ada aku tercakap something yang tak patut or tak perlu etc2 tolonglah ingatkan dan ketuk sikit bagi dia ingat balik siapakah pemiliknya-