Oct 18, 2010

kemanusiaan

salam sejahtera

manusia, insan adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna dengan dikurniakan kemampuan akal untuk menilai segala baik dan buruk.

Allah ciptakan manusia dengan segala hal yang lengkap. Untuk manusia itu kemudiannya diuji, apa yang dilakukan sesuai kehendak-Nya atau tidak? Dan jika sesuai, bagaimanakah dia melaksanakannya?

Ramai manusia melakukan sesukanya, tidak melihat percaturan Allah, langsung tidak memandang bahwa hanya kepada Allah sahaja harus dia berserah.

Apabila ditimpa sesuatu bencana, dia mengatakan, ini adalah silapku.Bilamana dikurniakan keberhasilan dia mengatakan, ini hasil usahaku. Tiada di fikirannya bahwa itu adalah ujian Allah dan ini juga mungkin ujian Allah. Akhirnya, tidak akan pernah dia mensyukuri nikmat Allah kepadanya.

Namun pada saat sama, kita mengharapkan, moga perjuangan ini diredhai Allah, dan moga perjuangan ini dirahmati Allah dan dipermudah urusan oleh-Nya. Namun pada saat sama tidak lihat akan percaturan Allah untuknya. Dia memandang bahwa segala sesuatu yang dilakukannya adalah ketentuan Allah atasnya tanpa dia mengetahui bahwa sebenarnya hanya Allah saja Maha Megetahui dan hanya kepada-Nya perlu diserahkan segala urusan dalam berusaha dan setelah berusaha. Dia mengatakan, usahaku ini adalah kerana Allah namun tidak memandang bagaimana dia melaksanakan. Tidak dihiraukan lagi apakah usahanya itu halal? Apakah jalan yang ditempuhnya itu halal? Sungguh begitu ramai manusia ditipu oleh nafsu. Segala yang buruk kita rasakan baik. Akhirnya kita terjatuh dalam perangkap kesamaran Jabariah dan Qadariah, tidak dapat membezakan di mana takluk usaha dan yang mana dikatakan takluk taqdir.

Ingatlah, nak tengok amal atau perbuatan yang benar adalah dengan kita melakukannya, membuatkan kita ada satu rasa di mana rasa itu menambah tenang akan jiwa kita dan membuatkan kita terasa lebih hampir dan dekat denganNya. Jika amal atau kerja kita itu hanya lebih menggusarkan dan menambah risau, maka ingatlah, mungkin perbuatan itu adalah tipu daya syaitan yang menjadikan indah segala yang tidak hak! Bahkan kadang kala hal baik pun hanya mejauhkan kita dari-Nya seperti melakukan sesuatu kerana makhluk, bukan kerana redha sang Khaliq.

Jadilah hamba-Nya yang bersyukur. Ingatlah, segala yang kita lakukan tidak langsung memberi bekas kepada-Nya namun teruslah mendekat kepada-Nya sebagai bukti cinta kita kepada-Nya dan tanda syukur kita atas segala kurnia-Nya yang tidak memerlukan walau sebesar zarrah pembalasan dari kita!Bahkan Dialah yang memberi rezeki dalam pelbagai bentuk kepada kita dan Dialah yang mengabulkan segala doa orang yang meminta kepada-Nya dan Dialah yang memperkenankan dan membuka jalan kemudahan buat hamba2Nya, maka mengapa harus kita mengingkarinya?

Akhir kata, janganlah kita persoalkan di mana keadilan Allah sebaliknya sedarlah bahwa kita hanyalah makhluk.Dan ingatlah, banyak tanya dalam hal remeh hanya akan membuatkan kita makin jauh dariNya.

2 comments:

Zaim Van Java said...

aku insaf...wooottt2...

'abduH said...

ceit,siooottt..kemanusiaan jke diukur menurut ukuran rabbani maka tiadalah kezaliman di mana zaman sekalipun, tapi pabila manusia membuat standard sendiri selain standard yang Allah tetapkan maka bermulalah salah percaturan, btol x?