Jul 10, 2010

jiwa yang tewas-part akhir-

bismilLahirRahmanirRahim..
setelah lama bertangguh dari menyambung post sebelum ini yaitu post 1 dan 2,alhamdulilLah akhirnya sempat menyelesaikan juga..dan seperti biasa sumbernya masih sama yaitu buku Maza Ya'ni oleh Fathi Yakan..


baiklah, setelah secara ringkas menjelaskan mengenai peranan akal dan hati, maka pada kali ini insyaAllah kita pergi kepada melihat bagaiman hasil kombinasi akal dan hati yang tidak berjaya? yaitu melahirkan jiwa yang tewas. Jiwa yang tewas ini ada tanda2nya, yang mana tidaklah dapat dibicarakan secara menyeluruh dan lengkap tapi sekadar memberi view itu insyaAllah boleh.

Secara mudahnya, jiwa yang telah tewas ini dapat dilihat dari zahirnya lagi kerana hati dan akalnya sudah tidak dapat lagi membawanya ke arah yang benar. Akal sudah dikaburi maksiat dan hati sudah dipenuhi noda, maka cahaya Ilahi tidak dapat menapak baik sebagai petunjuk akal mahupun sebagai cahaya hati. Pada saat ini, mudahlah bagi syaitan untuk menggoda dan "take opportunity" (syaitan ni jenis oppurtunist) sebagaimana firman Allah dalam surah al-Mujadilah ayat 19, "Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengngati Allah". Ini adalah usaha iblis yang telah dicop sesat oleh Allah (lihat surah al-A'raf ayat 16-17).

Tanda utama yang dominan adalah bila lahirnya dalam jiwa manusia itu, ragu dan was-was. Kita dianjurkan agar beramal dengan surah an-Nas dan ambil pengajaran dari surah tersebut yang secara terang menjelaskan mengenai usaha syaitan untuk membisikkan bisikan yang menimbulkan was-was. Dan ingatlah Allah setiap kali ditimpa was-was dan renunglah diri (al-A'raf : 201). Dalam sebuah hadis yang agak panjang disebutkan bahwa bagi Allahlah individu2 yang walau dibisikkan keraguan ke dalam hatinya namun hatinya masih yakin dan percaya serta ikhlas kepada Allah azza wa jalla. Bayangkan bagaimana jiwa manusia yang ragu dan jiwa yang yakin berbeda? Bezanya lebih luas dari langit dan bumi!! Jiwa yang yakin pasti tetap tenang dan pasrah hanya kepada Allah namun sebaliknya bagi yang tidak benar2 yakin dan percaya.

Akhirnya, mahu saya kongsikan kata2 solihin yang merumuskan pintu masuk syaitan ke dalam jiwa manusia (rujuk "Apa Ertinya saya Menganut (intima-i) Islam"? pada bab "Saya Mestilah dapat Menguasai Diri"). Pintu masuk syaitan itu ada 10
  1. Tamak dan jahat sangka (VS percaya dan berpada setelah berusaha)
  2. Cintakan hidup dan panjang angan2 (VS rasa takut terhadap maut yang datang tiba2)
  3. Cintakan kerehatan dan nikmat (VS keyakinan bahwa nikmat akan hilang dan balasan buruk)
  4. Ujub (VS syukur atas segala nikmat dan takutkan balasan seksa)
  5. Underestimate dan tak hormati orang lain (VS mencari tahu hak2 dan kehormatan mereka)
  6. Hasad (VS Qanaah dan redha)
  7. Riya' dan sukakak pujian (VS ikhlas)
  8. Bakhil (VS yakin bahawa semuanya tidak kekal kecuali apa yang ada pada Allah)
  9. Takabbur (VS Tawaddhu')
  10. Tamak (VS yakin dengan ketentuan Allah dan tidak mengharapkan hak manusia lain)
Sebagai penutup, Ingatlah bahwa kunci kemenangan dan kelebihan jiwa mu'min berbanding jiwa yang lain adalah keyakinan dan ingatannya terhadap Allah. Hati dan lisan yang sentiasa zikrulLah itulah yang selamat. Selain itu peliharalah diri dari bermewah-mewah dan berlebih-lebihan walau dalam perkara halal (al-A'raf : 31). Akhir kata berhati2lah terhadap bisikan dan godaan syaitan dan ketahuilah "Terburu-buru itu dari syaitan dan hati-hati itu dari Allah"

Wa Allahu a'lam..Moga kita semua ditunjuki oleh-NYA ke jalan yang benar,amin.