Aug 1, 2011

komen menarik

bismilLahirRahmanirRahim

sekadar berkongsi
artikel boleh dibaca disini (copy paste dari link asal dari facebook)
jika sebelum ini artikelnya, kali ini
aku letakkan komen2 yang ilmiah buat perkongsian
moga bermanfaat, insyaAllah:

(1) @ALL: inilah kelemahan dakwah lewat tulisan, pembaca terkadang menafsirkan maksud tulisan dengan pandanganya sendiri. padahal tidak pernah ada yang bilang "WANITA itu HARAM" juga tidak pernah ada yang mengenarilisir kalau CHATING itu HARAM... atau bilang kalau MEMBERI KOMENTAR STATUS fb orag lain juga HARAM... silaturahmi kudu jalan terus, baik dengan ihwan atau pun akhawat... tidak perlu dibenturkan... tapi buat yang mau berhati-hati dan menjaga hati silahkan.. buat yang merasa KUAT menahan diri silahkan juga... CHATING MUBAH, berteman dengan akhawat jg mubah...

>> INGAT: SETAN itu AMAT SANGAT LICIK. (bisa jd saya sekarang sedang terperangkap) ASTAGHFIRULLAHALADZIM...

=============================================================
(2) ASSALAMU ALAIKUM WR,WB. Dalam bahasa arab terdapat kaidah yang menyatakan bahwa seruan bagi kaum laki-laki sekaligus mencakup seruan bagi laki-laki dan perempuan. Sedangkan seruan bagi perempuan, tidak mencakup bagi laki-laki; ia terbatas h...anya untuk kaum wanita saja. Atas dasar tersebut dapat dipahami bahwa seruan-seruan Allah SWT seperti1): "Wahai, orang-orang yang beriman"; "Wahai manusia"; "Janganlah kalian membunuh jiwa"; "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Allah [berdakwah kepada Islam] dan melakukan amal shaleh [melaksanakan hukum-hukum Islam]"; "Dan taatilah Allah, taatilah Rasul dan para pemimpin (pejabat yang menerapkan Islam) dari kalangan kamu"; Nah ini juga bearti hubungan laki2 dan perempuan itu ada sepanjang konteks berada dalam hukum syara' dan hal ini pulah akan terwujud ketika betul2 sistem islam yg mengatur, namun pada tataran sekarang ini kita tidak bisa menjamin karena kehidupan yang ada semakin jauh dari Al-quran dan sunnah baik dari tataran kuantitas maupun qualitatif.
==============================================================
(3) bismillah...
perkataan Sahal bin Abdillah di kitab
حلية الأولياء و طبقات الأصفياء jilid IV, halaman 279.
"telitilah bagaimana kondisi KAMU di dalam akhlak Islam, sehingga KAMU selamat!!!"
...
Hanya saja, ingin ingatkan bahwa dulu salaf memberi nasehat, "BARANGSIAPA YANG DIRINYA MERASA AMAN DARI FITNAH, DIRINYALAH YANG TERKENA FITNAH". Silakan cek perkataan ini dalam kitab ذم الهوى karya ابن الجوزي.

AKHLAK SESEORANG BISA DIKETAHUI DARI TEMAN FACEBOOKNYA. Itu bukan hadits, hanya nasehat karena SUDAH BANYAK MUSIBAH YANG MUNCUL DARI FACEBOOK, ini FAKTA.

Adapun dakwah di facebook antara ikhwan-akhwat, ana kutipkan pernyataan syaikh al-albani terhadap metode dakwah wanita:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“ Tetaplah kalian di rumah-rumah kalian! Kalian tidak punya urusan dalam berdakwah. Saya mengingkari (tidak menyetujui) penggunaan kata dakwah di kalangan kawula muda, bahwa mereka termasuk yang berhak berdakwah. Seolah-olah kata “dakwah” sebuah metode/ trend masa kini. Dimana setiap orang yang baru saja mengetahui sedikit ilmu agama, dengan serta merta menjadi seorang da’i. Urusan ini tidak sampai di situ saja, bahkan istilah dakwah ini menyentuh pula para muda mudi dan para ibu rumah tangga. Akibatnya, dalam banyak kesempatan merekapun meninggalkan kewajiban dan tanggung jawab rumah tangga, suami, dan anak-anak mereka, karena mengemban sesuatu yang bukan tugas mereka, yaitu berdakwah. Pada dasarnya seorang wanita harus berdiam di rumah. Tidak disyari’atkan keluar dari rumahnya kecuali untuk suatu kepentingan yang sangat mendesak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :
وبيوتهن خيرلهن من الصلاة في المساجد

“Dan di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka daripada sholat di masjid-masjid”
Sementara kita menyaksikan di zaman ini sebuah fenomena yang merebak di kalangan wanita, mereka memperbanyak keluar ke masjid-masjid untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Apalagi di hari Jum’at. Padahal rumah mereka lebih baik bagi mereka. Terkecuali ada sebuah masjid di sana terdapat seorang imam yang ‘alim yang mengajarkan sebagian ilmu agama kepada para jama’ah, lalu seorang wanita keluar untuk sholat di masjid tersebut, dan mendengar dengan seksama ilmu yang disampaikannya, maka yang demikian itu adalah tidak mengapa.

Adapun seorang wanita yang menyibukkan dirinya dengan berdakwah (maka kami katakan),

hendaklah ia tinggal di rumahnya dan membaca kitab-kitab yang telah disiapkan oleh suami, saudara, atau sanak keluarganya. Kemudian tidak mengapa jika suatu hari ia mengajak dan mengundang para wanita untuk hadir dirumahnya atau ia yang keluar, ke rumah salah seorang di antara mereka. Yang demikian itu lebih baik daripada keluarnya sekelompok wanita kepadanya. Adapun keluarnya seorang wanita atau melakukan perjalanan yang jauh yang terkadang tanpa ditemani oleh mahromnya dengan berdalihkan “ dakwah”, ini adalah salah satu dari bid’ah-bid’ah zaman ini. Masalah ini tidak hanya khusus bagi wanita saja, bahkan juga bagi para pemuda yang menjadikan hobby mereka berbicara dalam masalah dakwah sementara ilmu mereka masih sangat dangkal.(Al-Asholah 18, hal : 74-75)

(Lihat dalam Biografi Syaikh aL-Albani, Pustaka Imam Syafi’i)

 ------------------------------------------------------------------------------------------
ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء (4)
”Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki ketimbang wanita”
[ H.R Bukhari dan Muslim ]

Istri Nabi, Aisyah, berkata,
...
لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء اليوم لنهاهن عن الخروج أو حرم عليهن الخروج

“Seandainya Rasulullah melihat apa yang diperbuat kaum wanita pada hari ini, niscaya beliau melarang mereka keluar rumah atau mengharamkan mereka keluar rumah” [1]

[1] Terdapat riwayat dari Aisyah yang mirip dengan atsar di atas, yaitu dalam shahih Muslim (cetakan دار إحياء التراث العربي - بيروت Juz I, hal. 445, hadits nomor 144):

عن عمرة بنت عبدالرحمن أنها سمعت عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم تقول

: لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء لمنعهن المسجد كما منعت نساء بني إسرائيل قال فقلت لعمرة أنساء بني إسرائيل منعن المسجد ؟ قالت نعم

lihat pula lafadz ini dalam :

1. Musnad Ahmad bin Hambal (cetakan مؤسسة قرطبة - القاهرة ) Juz VI, hal. 193, hadits nomor 25.651

2. Musnad Ishaq bin Rahwiyah (cetakan cetakan مكتبة الإيمان - المدينة المنورة), Juz II, hal. 148, hadits nomor 639; dan Juz II, hal. 426, hadits nomor 897

-------------------------------------------------------------------------------------------------
(5) Umar bin 'Abdul Aziz pernah berpesan kepada Maimun bin Mahran, "Aku berpesan kepadamu satu pesan yang harus Kau Ingat! Jangan sekali-kali Engkau berduaan dengan wanita yang bukan mahram, WALAUPUN BATINMU BERKATA BAHWA ENGKAU BERMAKSUD MENGA...JARKAN AL-QUR'AN
[ حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, V/272 ]

Maka tidak ada alasan apapun untuk tidak menghapus FB ikhwan dari FB kita...
Fitnah itu tidak akan tahu kapan datangnya dan dalam bentuk apa...

a. Ingatlah kemuliaan yang didapat jika kita bisa mengalahkan hawa nafsu. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

" ليس الشديد لمن غلب الناس و لكن الشديد من غلب نفسه"...

/Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain, tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya/

b. Melawan hawa nafsu, membutuhkan kesabaran. Namun, ingatlah keutamaan yang diperoleh jika kita mampu bertahan di atasnya. Allah berfirman yang artinya, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas." (Az-Zumar:10)

c. Perbanyaklah memikirkan akhirat. Harist bin Asad berkata, "Bencana hamba ialah menghentikan hati dari berpikir untuk akhirat. Ketika itulah, kelalaian terjadi dalam hati."

d. Ingatlah pula bahwa Al-Jazaa'u min jinsi al-'amal /balasan itu sesuai dengan amal perbuatan/. Maka, jika Anda tidak ingin mendapat pendamping hidup yang suka pacaran, hendaknya Anda juga tidak pacaran. Rata-rata orang yang suka pacaran itu suka gonta-ganti pasangan. Inilah benih perselingkuhan.

e. Jauhi teman-teman yang buruk, khususnya pacar Anda itu. kemudian, banyaklah bergaul dengan kawan-kawan shalih yang bisa saling nasehat menasehati.

f. Banyaklah menundukkan pandangan dari lawan jenis. Dzun-Nun mengatakan, "Pandangan sekilas menyebabkan kerugian. Mula-mula kasihan, dan terakhir kehancuran. Barangsiapa mengikuti pandangannya, ia mengikuti kebinasaannya."

g. Ingatlah aib-aib pacar Anda itu, atau setiap wanita non mahram yang Anda kenal. Shahabat Nabi, Abdullah bin Mas'ud berkata, "Jika salah seorang dari kalian mengagumi seorang wanita, ingatlah kebusukannya."

h. Dan yang paling penting dari semua itu adalah banyaklah berdoa kepada Allah karena Doa adalah senjatanya orang yang beriman."Idza sa-alta fas-alillah, wa idzas-ta'anta, fasta'in billah. "Jika meminta, mintalah kepada Allah. Jika Engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah". Maka, mohonlah kepada kepada Allah agar diri kita dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan, seperti pacaran yang rusak ini.

Wallahu a'lam.

--------------------------------------------------------------------------------------------------
(6) Bukankan sesungguhnya orang yang paling bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah...

Dari al Miqdad bin al Aswad radhiyallahu anhu, beliau berkata : Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "S...esungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.Sesungguhnya orang yang paling berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alngkah bagusnya".

Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab al Fitan wal Malahim, Bab Fi an-Nahyi 'an as-Sa'yi fil Fitnah, no. 4263 (4/460). Hadits ini dishahihkan al-Albani dalam al Mashabih no. 5405, juga dalam Silsilah Ahadits ash-Shahihah no. 975 dan Shahih Sunan Abu Dawud no. 4263. Syaikh al-Albani berkata : "Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (4263) dari al Laits bin Sa'ad dan Abul Qasim al Hana'i dalam ats-Tsalits minal-Fawaa'id (1/82) dari 'Abdullah bin Shalih. Kemudian Syaikh menyatakan : "Ini sanad yang shahih sesuai syarat Muslim (Silsilah al Ahadits ash-Shahihah (2/703). Wallahu a'lam.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
(7) nasihat diatas ana dapatkan dr si penulis sendiri Akh Abu Muhammad Al-'Ashri dlm blognya & fbnya ttg note ini & beberapa teman akhwat yg menanyakan langsung pd penulis via blognya & diskusi ana dgn tmn2 akhwat mengenai hal ini...

yg ditekan...kah disini adalah bermudah2annya komunikasi dgn ikhwan & akhwat ajnabi/ajnabiyah. bukankah fb itu sangat terbuka sekali?

saudara/i-ku, jadikanlah nasihat bagiku dan bagi kalian ini sebagai cambuk untuk terus memperbaiki diri & mencontoh akhlak dari para salafush shalih...smga qt ttp istiqomah...Allahumma Amin

wallahu ta'ala a'lam...
al afwu wa minkum wa barakallahu fiikum

===============================================================
(7) Subhanallah...
@Ivan Fauzi: Betul sih menikah akan mengurangi... tapi jujur saja ana buat Halaman ini karena ana melihat ihwan yang sudah menikah masih doyan chating ma akhawat gak jelas... bagai mana pendapat ust?

@Adriansah Bahrun: Subhanallah... minta tolong bantu menyebarkan yaa.

@ Pandji Abahe Dzaka: Subhanallah... silahkan di sebarkan... syukron.

================================================================
(8) asalamualaikum..
untuk saudara seiman saya disana yang membuat artikel ini...
sedikit ana memberikan pandangan terhadap artikel ini... saran yang diberikan demikianbaiknya,, namun marilah melihat dari sudut pandang muamallah , tidaklah harus ...memandang dengan membatasi sudut pandang yang satu saja,,, ikhwan dan akhwat dalam kehidupan keseharianya tidak dapat dipungkiri akan berinteraksi..

dan interaksi tersebut hendakna tidak ditanggapi hanya dari sudut pandang negativ saja..
semua kembali pada insan tersebut ikhwah..

ana yakin makna yang hendak di capai dalam arikel diatas, bukanlah pembatasan yang mengekang yang justru membuat keterbatasan dalam interaksi yang baik dengan kaidah yang baik .. semuanya ditulis dengan niatan karena allah dan mengajak kita semua untuk saling menjaga hati..

tiada manusia yang sempurna.. dan janganlah saling mengambil perbedaan dari perbedaan.. kecuali kebaikan dari persamaan yang tersirat dalam perbedaan tersebut...

afwan minkum..


p/s:  commentator selepas = dan sebelum = adalah orang berbeza
       commentator selepas -- dan sebelum -- adalah orang yang sama
       comments no (7) dan no (1) adalah dari orang yang sama


segala salah silap sila tegur,
walLahu a'lam

No comments: