Apr 26, 2012

Hidup ujian Membuat Pilihan

bismilLahirRahmanirRahim

Berapa kali kita dihadapkan dengan situasi kita perlu melakukan tindakan sukar?
Kita pasti terfikir, oh, alhamdulilLah ada keringanan berupa istikharah dikurniakan
Bait-bait doa yang indah, membawa erti yang amat bermakna untuk sebuah kehidupan disini dan disana
Namun berapa ramai antara kita yakin dengan keputusan yang dibuatnya?

Memilih satu keputusan dari sekian pilihan
Mengutamakan satu masalah berbanding sekian banyaknya hal lain
Itulah keputusan yang harus dilakukan
Dan, untuk setiap keputusan, ada sesuatu yang kita perlu korbankan

Keputusan, suatu keazaman dalam diri untuk berkorban
Sanggupkah? Mampukah? Bertahankah?
Semua persoalan itu perlu dijawab sebelum sebuah keputusan dibuat, bukan sebelumnya
Agar kelak kita tidak "menyesali" keputusan sendiri

Memohon dijauhkan dari hati yang menyesal dan pengecut
Memohon kepada-Nya dikurniakan jiwa yang berani

Masih ragu walau aku tahu aku mampu untuk mencubanya
Teringat kata2 abu anas madani Abdul Basit dalam ceramah "fiqh sesama" beliau petik kata2 imam ghazali, "manusia yang tidak mampu berkeras pada tempat yang sepatutnya berkeras adalah lemah, manusia yang berkeras pada tempat yang tidak perlu berkeras adalah bodoh"
Juga hadis, "...jika tidak mampu juga maka cegahlah (membenci dll) dengan qalb, dan itu adalah selemah-lemah iman" (muttafiqun 'alaih)
Menyedari amanah yang dipikulkan di bahu, seharusnya aku sekurang-kurangnya berusaha mencegah, namun apa aku buat? berdiam. Alangkah lemahnya diri ini. Hanya sekadar mampu membenci di saat diberi kuasa. Bagaimana akan aku bertanggungjawab atas amanah ini kelak? Banyak kemungkaran terbiar dan bebas. Apa telah aku lakukan? Strategi dakwah? Apa telah aku rencana dan laksanakan?

Hidup kita di sini pasti semua tahu adalah untuk mempersiapkan diri menuju ke sana. Apa telah kita siapkan? Sebaik-baik perbekalan adalah taqwa. Bagaimana kita? Apa itu taqwa? Berhati-hati di jalan lurus agar tidak terpijak duri tajam, terpengaruh oleh bisikan2 syaitan. Apa telah aku usahakan untuk itu semua?

Jiwa yang resah, ditambahresahkan lagi oleh gangguan syaitan dalam soal hati. Amat lemahkah aku? Entahlah. Namun yang pasti, jangan mengalah. Tempat bergantung, berharap dan berdoa hanya kepada-Nya. Tetaplah bersama-Nya. Hubungan kita dengan rabb seharusnya umpama anak kecil dan ibunya, anak kecil itu walau bagaimana hebat sekalipun dia, pasti tidak akan dapat meninggalkan ibunya.

Begitulah kita, tetaplah bersama Ilahi

salah silapku sila betulkan
walLahu a'lam

p/s: another draft berjaya dpost =)
p/ss: masih belum temui solusi untuk mafest..bagaimana??

Keluasan ilmu

bismilLahirRahmanirRahim

Bagaimana dapat kita pecahkan ilmu, segala bidang ilmu, yang ada di muka bumi ini?
Aku terfikir, bagaimana nak mengklasifasikan semua itu..
Kalau dilihat pada predikat degree, kita akan lihat ada Sciences dan Art. Itu satu.

Bidang2 ini yaitu sejarah, falsafah, teologi, kewangan, pengurusan, metafizik dan politik (dll?) masuk dalam kategori mana agak? Aku pun taktau..Tapi maths more towards sciences, so adakah kewangan masuk dalam science? entahlah..

Lagi? ada ilmu ghaib dan kerohanian. Juga pengetahuan dan kefahaman tentang deen. Mengenai ini ilmunya juga luas.

Apa lagi pembagian kasar bidang ilmu? Hmm..no idea rite now..nanti2 mungkin ada..

worth reading: seni dan sains

Nway, salah silapku sila betulkan
walLahu a'lam

p/s: another draft been posted
p/ss: agak2 apa doa yang sesuai untuk mafest?? pening2..dah tahu majlis macam mana, takkan nak minta agar majlis diberkati juga? hmm..dilemma..

Kebun pohon ukhuwwah

Pohon ukhuwwah?
Terasa mahu menganalogikan ukhuwwah sebagai pohon berbuah.

Baiklah, kita mulakan dengan ciri-ciri pohon berbuah..

Bagi aku, pohon mestilah ada:
-Akar
-Batang pohon
-Dahan
-Daun
-Bunga
-Buah

Tapi, sebelum itu, setiap pohon mesti ada benda-benda asas, yaitu:
-Cahaya matahari
-Air
-Tanah subur
-Baja

Namun tetap, perkara paling asas adalah pada kaedah ia menyebar. Disebabkan ia adalah pohon berbuah, maka penyebaran dan pertumbuhannya pastilah melalui? Ya, benih..pandai =)

Itu baru dari sudut dalamannya (ciri2 pembentuk pohon dan penyokongnya). Ini belum termasuk penjagaannya dan perlindungannya. Pohon berbuah, untuk dipelihara dari dicuri, oleh pemiliknya pastilah
-Buahnya dibalut agar tidak dimakan binatang seperti tupai
-Dipagari agar tidaklah ada pencuri yang dapat mencuri buah di pohon

Baiklah, jika nak dianalogikkan, maka apakah benda2 sesuai untuk dijadikan analoginya? Hmm..harus dipikir lagi ni..
 Tapi, kalau macama ini bagaimana?

Bagi aku, untuk layak dipanggil ukhuwwah, ia mestilah ada ciri2 berikut:
- Atas dasar iman (Iman sebagai akar ukhuwwah)
- Ta'ruf atau saling mengenal sebagai batang pohon ukhuwwah
- Tafahum dan berlapang dada sebagai dahan pohon ukhuwwah
- Takaful sebagai daun pohon ukhuwwah
- Itsar sebagai bunga pohon ukhuwwah
- Kekuatan jamaah sebagai buah pohon ukhuwwah

Dan perkara asas yang mana, tanpanya pohon itu tidak akan dapat bertumbuh sempurna, ianya adalah:
- HablumminalLah
- Cinta sesama ikhwah
- Ikhlas dan jujur
- Berbaik sangka

Walau bagaimanapun, asas kekuatan ukhuwwah itu ada pada:
-Sebarkan salam (baluti buah ukhuwwah dengan pembalut salam)
-Solat berjamaah (pagari pohon ukhuwwah dengan pagar kesempurnaan saf solat)

Namun seperti diketahui, setiap pohon dan buah pasti ada perosak dan parasit yang dapat merosakkannya. Apa saja parasit dan perosak pohon ini? Bagi aku, antaranya adalah:
- Iri hati dan hasad
- Berburuk sangka
- Sombong

Hmm, boleh diterimakah analogi ni? entahlah..analogi boleh sahaja berubah seiring masa disebabkan perubahan cara fikir =)

worth reading:
pohon ukhuwah
ukhuwah islamiyah
pohon itu bernama ukhuwah
menegakkan tiang ukhuwah

salah silapku sila betulkan
walLahu a'lam

p/s: satu lagi draft berjaya dipost =)